Selasa, 06 November 2018

Banyaknya Rekening Penduduk Indonesia

Rekening Penduduk yang berusia Dewasa di Indonesia masih belum mampu mencapai separuh dari populasinya. Jumlah penduduk dengan suia dewasa yang telah memiliki rekening hanya mencapai sebesar 48,9% pada periode akhir tahun 2017. Meskipun belum mencapai 50% akan tetapi progres ini merupakan perkembangan yang baik jika dibandingkan dengan keadaan jumlah penduduk dewasa yang memiliki rekening yang hanya sebesar 36% saja.
Rekening Penduduk
Rekening Penduduk

Pemerintah berupaya untuk meningkatkan angka inklusi keuangan masyarakat tanah air dengan cara melalui program pengembangan inklusi keuangan bagi kaum hawa dan juga kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan rendah. Hadirnya P2P atau fintech peer to peer lending diproyeksikan mampu untuk menggenjot inklusi keuangan di Indonesia. Pemerintah Indonesia juga telah menargetkan keterjangkauan masyarakat terhadap suatu jasa dan layanan keuangan yang diharapkan juga akan meningkat menjadi 75%.

Untuk meningkatkan dan mendukung upaya tersebut, Pemerintah berupaya dengan melakukan inovasi pada layanan keuangan dnegan cara melakukan sinergi dengan lembaga non keuangan di Indonesia. Dengan begitu pemerintah bisa meningkatkan inklusi keuangan masyarakat tanah air.

Berapa Produksi Biodiesel

Produksi Biodiesel Nasional kini tengah dievaluasi kinerjanya. Pemerintah dan pemegang kepentingan sedang memperluas suatu program mandataori b20 yang rencananya akan simulai pada 1 September 2018 yang lalu. Upaya Pemerintah dalam program perluasan ini diharapkan penggunaan bahan bakar yang memiliki kandungan 80% solar dan 20% biodiesel yang memiliki bahand dasar berupa minyak sawit wajib digunakan untuk sektor yang bersubisi /Public Service Obligation/PSO dan juga untuk non-PSO.
Produksi Biodiesel
Produksi Biodiesel

Merujuk pada data yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) bahwasannya produksi biodiesel tanah air pada tahun 2017 telah mencapai angka 3,41 juta kilo liter dan telah ditargetkan menjadi sebesar 5,7 juta kilo liter pada tahun 2018 sekarang ini. Sementara itu disisi lain, realisasi biodiesel sepanjang periode bulan Januari 2018 sampai dengan September 2018 telah mencapai pada angka 3,49 juta kilo liter.

Sebelumnya sempat terjadi pertentangan dalam ecaluasi mandatori b20 ini, namun mandatori B20 terus dijalankan yang tentunya masih terdapat beberapa kekurangan pada saat dilapangan.

Menurunnya Kunjungan Wisatawan

Kunjungan Wisatawan di Indonesia selama periode Januari 2018 sampai dengan september 2018 menunjukan peningkatan kunjungan wisatawan yang melonjak drastis. Sedangkan jika Merujuk pada publikasi data badan pusat statistik Indonesia, menyebutkan bahwa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada periode bulan september 2018 turun sebanyak 10,56% sehingga menjadi hanya 1,35 juta kunjungan dari jumlah kunjungan pada bulan sebelumnya yakni agustus 2018, akan tetapi jika dibandingkan dengan kunjungan dibulan yang sama tahun sebelumnya menunjukan adanya peningkatan sebesar 8,11%.
Kunjungan Wisatawan
Kunjungan Wisatawan

Sementara itu, jika diakumulasikan dari periode bulan januari 2018 sampai dengan september 2018 maka jumlah total wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia menunjukan adanya lonjakan yakni meningkat sebesar 11,81% atau setara 11,93 juta kunjungan jika dibandingkan dengan waktu yang sama di tahun yang lalu yakni periode januari 2017 sampai dengan september 2017.

Di sisi lain, Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara utnuk tahun 2018 mencapai 17 juta kunjungan, akan tetapi hingga pada akhir bulan september 2018, kunjungan wisatawan mancanegara hanya baru mencapai sekitar 70% dari target yang ditetapkan.

Berapa Ketahanan Pangan Indonesia

Peringkat Ketahanan Pangan Indonesia di ASEAN menunjukan adanya peningkatan sehingga mampu menembus peringkat 5 dibawah Vietnam. skor ketahanan pangan nasional masih kalah jika dibandingkan dengan Negara di kawasan Asia Tenggara seperti Negara Singapura, Thailand, dan juga Malaysia, lebih parah dari itu, Ketahanan pangan Indonesia masih dibawah Vietnam.
Ketahanan Pangan Indonesia
Ketahanan Pangan Indonesia

Global Food Security Index/GSFI atau Skor indeks ketahanan pangan global tahun 2018 naik sebanyak 1,6 poin sehingga menjadi naik ke level 54,8. Sementara itu, skor ketahanan indeks Indonesia tengah mengalami kenaikan jiak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kondisi posisi Indonesia tetap berada pada urutan ke 5 dari sebanyak 9 Negara di kawasan Asia bagian tenggara.

Sebagai pemimpin peringkat 1 di ketahanan pangan Asia tenggara, Singapura masih memimpin dengan peringkat global dengan skor sebanyak 85,9. Sedangkan pad atingkat dunia, Posisi Indonesia berada pada peringkat ke 65 dibawah Maroko dan juga Ekuador. Sementara itu, berdsarkan aspek keterjangkauan, indeks ketahanan pangan Nasional telah mendapatkan skor sebesar 55,2 dan berada pada peringkat ke 5 pada indeks ketahanan pangan di Kawasan Asia Tenggara.

Angka Ketahanan Pangan Indonesia

Ketahanan Pangan Indonesia menunjukan adanya peningkatan yang cukup pesat. Ketahanan pangan Nasional tersebut telah mengindikasikan adanya peningkatan yang terjadi sepanjnag periode tahun 2012 sampai dengan tahun 2018. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat naiknya indeks ketahanan pangan internasional atau Global Food Security Index/GFSI Indonesia yang dinilai dari semua aspek dan indikator memiliki nilai sebesar 54,8 pada tahun 2018 jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang hanya naik menjadi sebesar 46,8.
Ketahanan Pangan
Ketahanan Pangan

Dengan adanya skor tersebut, menjadikan Indonesia berada di peringkat ke 65 dunia serta posisi ke 5 di tingkat ASEAN dalam indeks ketahanan pangan global. Dalam menilai indeks ketahanan pangan, terdapat 4 indikator yang dijadikan sebagai acuan untuk menilai besaran indeks ketahanan pangan global.

empat aspek tersebut yakni affordability yang terkait dengan cara memangkas rantai pasok pangan yang panjang. yang kedua adalah availability yakni terjaganya angka penawaran, yang ketiga adalah aspek quality and safety yang terkait dengan kualitas dan juga keamanan standar nutrisi serta pengawasan impor lalu yang ke 4 adalah natural resources and resilience yang berkaitan dengan lahan dan juga produksi pangan nasional.

Cara Ekspor Ekonomi Kreatif

Ekspor Ekonomi Kreatif Tanah air kini menjadi sorotan, apakah dapat membawa perubahan bagu perekonomian nasional, atau justru belum memberikan efek yang maksimal terhadap perekonomian tanah air. Dalam memasuki era industri versi 4.0 ini, Pemerintah dinilai sangat perlu untuk meningkatkan perekonomian yang berbasis kepada ide dan juga kreativitas, ide tersebut dapat tertuang pada industri kreatif dan juga industri digital tanah air.
Ekspor Ekonomi Kreatif
Ekspor Ekonomi Kreatif

Saat ini, ditengah gencarnya persaingan yang ketat terkait kemajuan teknomlogi era digital, Masyarakat Indonesia juga harus segera mempersiapkan diri dengan cara memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau biasa disingkat AI yang bertujuan untuk membangun dengan tepat perekonomian pada masa yang akan datang yang tentunya hal ini bisa menjadi modal agar tidak tertinggal dari negara lainnya yang telah terlebih dahulu memanfaatkan teknologi.

Dilansir dari rujukan data Bekraf atau Badan Ekonomi Kreatif bahwasannya angka ekspor industri kreatif tanah air telah menunjukan adanya peningkatan dalam 6 tahun terakhir bersamaan dengan nilai ekspor Nasional yang tengah turun.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pemerintah menargetkan Ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%. Didalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) tahun 2019 pemeritnah menyebutkan bahwa target ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3% lebih tinggi dibandingkan dengan outlook tahun 2018 yang hanya sebesar 5,2%. Dalam menentukan target tersebut pemerintah berasumsi konsumsi rumah tangga yang terjadi pada tahun 2019 diprediksi akan tumbuh mencapai 5,1% dan juga konsumsi pemerintah akan tumbuh sebesar 5,4%.
Ekonomi Indonesia
Ekonomi Indonesia

Sementara itu, pembentukan modal tetap kotor atau bruto akan tumbuh sebesar 7%, ekspor akan tumbuh 6,3%, dan juga impor akan tumbuh 7,1%. Dengan adanya target perekonomian tersebut, pemerintah berasumsi untuk mematok nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebesar 15 ribu rupiah, dan juga harga rata - rata minyak di Indonesia / ICP akan mencapai harga 70 dolar Amerika Serikat per barel.

Di sisi lain, asumsi lifting minyak akan mencapai 775 ribu barel per harinya, lalu produksi gas akan mencapai 1,25 juta barel per harinya. Sementara itu, APBN Indonesia tahun 2019 ditetapkan sebesar 2.165,1 triliun rupiah.